Komunitas RTRW Net
August 01, 2010, 06:46:36 AM *
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
News: Mau Pasang Iklan di Sini? Harga Promosi 1 Bulan = Rp. 500.000 (Rotasi per 7 Iklan)
Hubungi sales@xecurelink.net atau telp Bp. Lucky di 021-451-7555
 
  Home   Forum   Help Search Login Register  
* *

Shoutbox

*BoldItalicizedInsert ImageInsert Quote
* Smiley Wink Cheesy Grin Angry
Last 5 Shouts:
July 14, 2010, 09:59:34 PM
Para agan,suhu,yang butuh yagi @Rp.90rb ,poe 30rb,Pigtile35rb jumper 65rb bisa pesan lwat ato_rizki07@yahoo.co.id  trims
July 12, 2010, 11:26:34 PM
ada yg punya solusi ndak ya? saya alah upgrade 2610 pake firmware 5610nich, ada yg bisa bantuuuu?
July 08, 2010, 07:32:02 PM
selamat malam sukapura & sekitarnya
June 26, 2010, 07:19:38 PM
yang butuh yagi,pigtile,jumper,gred,poe bisa hubungi 085885860843 harga bersahabat ,boleh coba
June 24, 2010, 03:31:47 PM
Halooo
salam kenal dengan semua warga, saya anna warga VNI3
Show 50 latest

User

Welcome, Guest. Please login or register.
August 01, 2010, 06:46:36 AM

Login with username, password and session length
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: Suka Duka Internet di Timor Leste ... Wimax connected  (Read 2137 times)
bestnet
Rakyat Jelata
Lurah
****

Karma: +0/-0
Posts: 634


bestn3t
View Profile WWW
« on: June 09, 2009, 03:56:35 PM »

Dili - Timor Leste memang sedang mengembangkan infrastrukturnya, separuh negara itu bahkan tersambung WiMax. Namun, pengguna internet di Indonesia dinilai tak perlu iri dengan perkembangan tersebut.

Demikian ungkap Mohammad Ilyas, seorang pembaca detikINET yang berdomisili di Timor Leste, dalam e-mail yang diterima detikINET, Selasa (9/6/2009). Ilyas mengaku senang membaca laporan Onno W. Purbo mengenai perkembangan infrastruktur di Timor Leste.

Ilyas mengatakan berada di Timor Leste sejak 2003. Sepertiga waktunya selama ini, ujar Ilyas, digunakan untuk membantu pengembangan ICT di salah satu departemen di Timor Leste.

Berikut adalah cuplikan tulisan dari Mohammad Ilyas:
Memang betul Telkom Indonesia International sedang mengembangkan jaringan WiMax di Timor-Leste. Dewasa ini kegiatan tersebut sedang memasuki tahap peningkatan kapasitas bandwidth menjadi sebesar 10Mb. Bandwidth tersebut nantinya dipakai secara bersama-sama (sharing) oleh seluruh departemen yang ada di Timor-Leste. Selain itu, bandwidth tersebut juga akan di-share dengan sebagian distrik (setingkat kabupaten) di Timor-Leste dimana masing-masing akan mendapat sebesar 128 – 256 Kb.

Dengan pengalokasian bandwidth seperti itu, diperkirakan masyarakat umum akan sulit mendapat manfaat langsung dari jaringan WiMax sebab akan terkuras habis untuk keperluan Pemerintah. Karena itu, berbagai ide sedang dikembangkan agar masyarakat umum bisa mendapat manfaat langsung dari jaringan tersebut. Antara lain penyediaan akses Internet gratis bagi siswa di luar jam kerja Pemerintah, khususnya di kota-kota distrik di mana akses terhadap informasi sangat terbatas. Namun semua itu masih dalam tahap wacana.

Pertanyaan besarnya adalah: bagaimana dengan kecepatan akses Internet apabila seluruh departemen dan sebagian distrik terhubung ke jaringan Wimax tersebut? Saya kira tidaklah sulit untuk diprediksi: lambat, bahkan mungkin sangat lambat! Sekadar gambaran, salah satu departemen di Timor-Leste memiliki koneksi VSAT sebesar 2Mbyte untuk seluruh direktorat yang ada di bawahnya. Kapasitas sebesar itu hanya dapat menyediakan kecepatan akses Internet yang pas-pasan saja.

Sebagai informasi tambahan, dewasa ini akses Internet di Timor-Leste masih merupakan suatu kemewahan bagi masyarakat umum. Bahkan tidak tersedia di banyak ibukota distrik. Penyedia jasa telekomunikasi yang resmi di Timor-Leste hanya ada satu: Timor Telecom. Mungkin karena bersifat monopolistik, Timor Telecom menerapkan tarif yang sangat mahal namun tidak diimbangi oleh kualitas layanan yang setimpal. Rata-rata saya menghabiskan US$ 100 (sekitar 1 juta rupiah) per bulan hanya untuk menelpon keluarga di Indonesia selama 2-3 menit setiap 2-3 hari sekali.

Kecepatan akses Internet, contoh lainnya, akan membuat pembaca detikINET sangat frustrasi. Koneksi VSAT tarifnya mencapai 3 – 5 kali tarif di Indonesia. Koneksi ADSL dipasangi tarif 10 kali lipat tarif di Indonesia namun hanya memiliki kecepatan yang hampir setara akses dial-up TelkomNet Instan di Kupang, NTT.

Kondisi ini tentunya sangat tidak kondusif bagi kegiatan perusahaan swasta, hotel, LSM, organisasi internasional, dan kedutaan yang beroperasi di Timor-Leste. Karena itu mayoritas dari mereka, termasuk berbagai instansi pemerintah Timor-Leste sendiri, menggunakan jasa VSAT dari penyedia jasa yang beroperasi di Australia, Indonesia, Hongkong, dan sebagainya. Celakanya, hal tersebut membuat Kementerian Infrastruktur dan Telekomunikasi menjadi murka. Sebagai pengawas penggunaan frekuensi komunikasi di Timor-Leste baru-baru ini mereka memasang iklan di surat kabar menyatakan bahwa penggunaan jasa VSAT tersebut adalah illegal.

Begitulah keadaan kami di Timor-Leste dewasa ini: maju kena mundur kena. Bagi pembaca detikINET saya berharap Anda semua tidak merasa iri hati terhadap kondisi kami di sini; kemungkinan besar tidak akan membaik dalam waktu dekat walaupun dengan beroperasinya jaringan WiMax 10 Mb nanti.

Saya kira yang diperlukan masyarakat umum, baik di Timor-Leste maupun di Indonesia, adalah ketersediaan sarana komunikasi yang handal, luas cakupannya, serta murah tarifnya (terjangkau oleh orang kebanyakan). Mereka tidak perduli apapun teknologinya. Di sini bahkan GPRS-pun belum tersedia.
Logged
verinux
Moderator
Lurah
*****

Karma: +1/-0
Posts: 786


verinux@yahoo.com
View Profile WWW
« Reply #1 on: June 10, 2009, 01:31:47 AM »

padahal di sini 10 Mbps cuma di pakai di satu perusahaan doang... Cheesy
Sepertinya jualan bandwidth ke timor leste masih menjanjikan nich... cuma bawa nya pakai apa yah?
Logged

aboy
Warga
*

Karma: +0/-0
Posts: 1


View Profile Email
« Reply #2 on: August 11, 2009, 09:04:36 PM »

Masalah bandwidth itu hanya sepeleh.

Yang harus dilihat adalah infrastruktur jaringan komunikasinya (WIMAX).
Setelah wimax sudah tersambung di seluruh Timor Leste, maka akan dipilih koneksi bandwidth (internet) dari negara yang lebih memenuhi kriteria!!!.
Dengan demikian penggunaan bandwidth di Timor Leste akan lebih terasa cepatnya berinternet, layaknya pengguna internet di EROPA dan negara berkembang lainnya. Sebab infrastruktur sudah tersedia dan tinggal disalurkan saja Internetnya.

Seharusnya malu... ikut perkembangan dikiiit, bukannya protes dan korupsi melulu... cp dech... Tongue
duit seharusnya digunakan untuk infrastruktur yang nantinya buat rakyat kecil, bukan korupsi melulu.... kayak tikus - tikus licik.

Permasalahan koneksi internet yang dulunya mahal dan lambat, akan tidak terasa lagi di tahun 2010, Pemerintah Timor Leste mampu untuk mendatangkan bandwidth yang bisa memuaskan rakyatnya, yang penting infrastruktur mahal itu sudah ada di Sana. VIVA TIMOR LESTE.

Jika Pengguna internet dengan Laptop yang belum support wimax langsung maka Pemerintah kami sudah siap untuk melakukan Hotspot Area di seluruh Timor Leste. thanks for your comment.
Logged
hqki
Warga
*

Karma: +0/-0
Posts: 44


hqki
View Profile WWW Email
« Reply #3 on: September 26, 2009, 10:45:22 PM »

padahal di sini 10 Mbps cuma di pakai di satu perusahaan doang... Cheesy
Sepertinya jualan bandwidth ke timor leste masih menjanjikan nich... cuma bawa nya pakai apa yah?

Tarik pake FO ajah om... kwojkokowkowk biayanya pasti gede banget yeee... Cheesy hehehehehhe
Logged

coumeng
Warga
*

Karma: +0/-0
Posts: 7


View Profile
« Reply #4 on: May 12, 2010, 05:19:31 PM »

wah kalah selangkah kita dengan negara tetangga.... pemerintah indonesia kebanyakan wacana Tongue
Logged
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Recent

Stats

Members
Stats
  • Total Posts: 41780
  • Total Topics: 5470
  • Online Today: 15
  • Online Ever: 53
  • (December 08, 2009, 04:02:27 PM)
Users Online
Users: 0
Guests: 10
Total: 10
TinyPortal v1.0 beta 4 © Bloc
Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2009, Simple Machines LLC Valid XHTML 1.0! Valid CSS!